Peneliti Menemukan Planet Yang Mirip Bumi

by -83 views
PlanetK218d

Dalam melakukan penelitian planet di alam semesta yang mungkin dihuni alien, ilmuwan selalu mencari pertanda paling kuat. Yaitu apakah ada air di sana.

Di Bumi, tidak ada satupun kehidupan dapat eksis tanpa air. Ilmuwan pun meyakini hal yang sama juga berlaku di planet lain, betapapun jauh jaraknya.

Maka, temuan planet K2-18b yang terindikasi kuat punya air di atmosfer adalah sebuah terobosan. Meskipun tidak diketahui apakah juga ada aliran air di permukaannya, sampai saat ini belum ada planet lain yang punya kondisi sama.

“Kami belum mengetahui planet lainnya dengan temperatur yang tepat yang mempunyai air di atmosfer,” cetus Angelos Tsiaras, astronom di University College London yang terlibat dalam penelitian K2-18b.

Melalui teleskop, para ilmuwan menganalisis ukuran cahaya bintang, ketika planet K2-18b melalui orbitnya dalam 8 kesempatan. Terungkap bahwa saat K2-18b melintas di depan bintangnya, panjang gelombang cahaya yang diserap oleh materi yang diduga air mendadak turun dan naik lagi ketika si planet kembali berjalan.

Berarti terindikasi ada air yang menguap karena panas ketika si planet berada di dekat bintangnya. “Kami amat terkejut melihat tanda kuat penguapan air. Itu berarti ada atmosfer dan mengandung jumlah air yang signifikan,” sebut pemimpin studi, Profesor Giovanna Tineti.

Ada kemungkinan atmosfer K2-18b mengandung sampai 50% air. Ryan Cloutier dari Harvard and Smithsonian for Astrophysics mengatakan observasi lebih lanjut dibutuhkan untuk mengkonfirmasi adanya air di planet itu. Namun demikian, K2-8b punya peluang kuat sebagai tempat tinggal makhluk hidup.

“Sebuah pertanda bagus. Secara keseluruhan, adanya air di atmosfernya tentu meningkatkan prospek bahwa K2-18b berpotensi merupakan planet yang bisa ditinggali, tapi observasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikannya,” ungkapnya seperti yang kami kutip dari The Guardian.

Di sisi lain ilmuwan menegaskan bahwa makhluk seperti manusia kemungkinan tidak akan terlalu nyaman tinggal di sana. Pasalnya, gravitasinya delapan kali lebih kuat dari Bumi dan diterpa cahaya ultraviolet cukup intens, yang bisa memicu kanker.

Permukaannya pun diduga bebatuan. Ia mengorbit cukup dekat pada bintang katai merah, sebutan untuk bintang berukuran kecil, sekitar separuh ukurannya dari Matahari. Dengan demikian walau tidak ramah, mungkin pemandangannya menakjubkan karena bintangnya akan terlihat besar.

via detikInet

Tinggalkan Komentar