,

Pemilihan Ketua Karang Taruna Desa Wanakerta Purwadadi, Diberhentikan Secara Sepihak Oleh Kadesnya

by -604 views
20190812_134637

SUBANG, Jabarpublisher.co,- Panitia Pemilihan Ketua Karang Taruna Desa Wanakerta, gelar Pemilihan Ketua Karang taruna Desa di Gor Desa Wanakerta, beberapa minggu lalu.

Kegiatan Pemilihan Tersebut menjadi kontrofersi, bahwa dalam pemilihan tersebut, menjadi Draw, antara Dua Kandidit.

Dalam hasil pemilihan ketua karang taruna yang di pilih oleh 120 orang Perwakilan dari 8 Dusun yang ada di wilayah Desa Wanakerta.

Dan untuk hasil Draw tersebut, rencana pihak Panitia, yang di Ketuai oleh Saudara Erik Bule, akan mengadakan pemilihan ulang di Tanggal 25 Agustus 2019 mendatang, namun dalam perjalanan menuju tanggal 25 Agustus mendatang, pihak panitia Pemilihan Ketua Karangtaruna Desa Wanakerta dibubarkan sepihak acara pemilihan ketua Karang Taruna tersebut, sampai batas waktu yang belum ditentukan oleh Pemdes Wanakerta.

Saat di temui JP Tim, salah satu calon ketua karangtaruna Wanakerta Dian Samyono S.Pd, menyatakan bahwa pembubaran panitia pemilihan tersebut tidak memiliki kejelasan hingga sampai saat ini, bahkan saat dibubarkan dirinya selaku calon tidak mendapati pemberitahuan.

“Ya tidak tau, hingga saat ini tidak jelas, sempat diadakan pemilihan dengan hasil yang draw, harusnya dilakukan pemilihan ulang, tapi ini malah dibubarkan panitia pemilihannya,”ujar Dian saat di temui di Acara Turnamen Bola Voli Bupati Cup di Kecamatan Purwadadi. Senin, (12/8/2019).

Selanjutnya secara bersamaan, Ketua Karang Taruna Kecamatan Purwadadi, Abadz Badruzaman, menilai bahwa karangtaruna memiliki dasar yang jelas keberadaannya, dan merupakan bagian dari pemerintahan desa, maka dari itu kedudukan ketua harus segera ditentukan, terlebih Pemda Subang dibawah pimpinan Bupati Subang, H. Ruhimat S.Pd, M.Si, memiliki konsen Pada organisasi kepemudaan.

“Kalau sepengetahuan saya, Pemdes membubarkan panitia pemilihan dengan alasan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena hasil perolehan suara yang draw, padahal saat pemilihan suasana begitu kondusif, artinya pembubaran panitia tersebut tanpa alasan,”jelas Abad pada JP Tim.

Abad pun menambahkan bahwa sesuai Peraturan Menteri Sosial Republik Imdpnesia, NOMOR: 77/HUK/2010, tentang PEDOMAN DASAR KARANG TARUNA, bahwa Karang Taruna merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan yang diakui keberadaannya dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagaimana tercantum dalam Pasal 38 ayat (2) huruf d, Bab VII tentang Peran Masyarakat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, dan juga bahwa dengan perkembangan Karang Taruna yang semakin berperan di dalam masyarakat dan untuk lebih meningkatkan efektivitas kegiatannya, perlu dilakukan penyempurnaan terhadap Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna, dan yang paling utama, berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Sosial RI tentang Pedoman Dasar Karang Taruna.

“Kita mengacu kepada Permensos, tersebut, maka dari itu, pemilihan Ketua Karang Taruna Desa tersebut, tidak ada ataupun tidak bisa di PLT kan, akan tetapi di pilih secara Demokrasi,”pungkas Abad. [Cil | JP Tim].

Tinggalkan Komentar