Ini Dampak Mati Listrik untuk Operator Telco

by -403 views

Hari Minggu 5 Agustus 2019 kemarin, Indonesia khususnya daerah Pulau Jawa mengalami blackout atau mati listrik, tak ayal industri telco (operator penyedia jasa telekomunikasi seluler) di tanah air terkenda dampak ini.

Lantaran adanya blackout pada hari itu, sejumlah layanan telekomunikasi tidak dapat bekerja dengan lancar, hal ini karena pasokan listrik di sejumlah Base Transceiver Station (BTS) yang biasanya dipasok listrik dari PLN tidak terpenuhi, sehingga layanan mulai dari telepon, SMS, hingga internet mengalami hambatan untuk diakses.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pun turut mengomentari persoalan tersebut.

“Karena BTS itu dipasok PLN, dia juga disediakan UPS (Uninterruptible Power Supply). UPS berfungsi 3-4 jam. Kemudian untuk Hub perantaranya BTS itu Hub pakai genset. Jadi, UPS mati jadi gak terpasok listrik dan yang hidup hanya Hub,” jelasnya.

Rudiantara juga mengatakan keberadaan genset turut andil dalam hidupnya layanan telekomunikasi di perkantoran dibandingkan area lainnya.

“Dan beberapa lokasi penting ada genset, BTS di gedung itu hidup karena gedungnya ada genset. Kalau sinyal di gedung relatif berfungsi,” kata Menkominfo.

Berdasarkan laporan dari operator telekomunikasi kepadanya, Menkominfo mengungkapkan sampai saat mereka terus melakukan recovery. Adapun kemarin ketika terjadinya pemadaman listrik, punca gangguan telekomunikasi terjadi pada sore hari.

“Kemarin peak-nya puncaknya antara jam 3 sore sampai jam 6, artinya 25% puncaknya antara jam 3-6 saya pantau,” kata Rudiantara.

“Ada beberapa titik saja (masih terrganggu-red). Karena kan belum 100% juga pasokannya,” pungkasnya kala ditanya kondisi terkini.

Tinggalkan Komentar