Rest Area Cari Manis 7, Bukanlah Penyebab Utama Kemacetan Di Jalur Subang Selatan

by -414 views
IMG-20190703-WA0045

SUBANG, Jabarpublisher.co,- Para pengendara roda empat dan roda dua yang melintas jalur Subang jalan cagak yang sudah tidak asing lagi menjelang hari libur Sabtu atau Minggu dan libur panjang pasti dijumpai dengan kemacetan. Rabu sore (3/7/2019).

Biasanya kamacetan tersebut dimulai pukul 15.00  sore hari sampai malam hari, kemacetan tersebut sampai mencapai 1 KM lebih, baik dari arah Bandung ke Subang ataupun sebaliknya.

Saat di konfirmasi JP Tim, Salah satu pengendara, Yudiana (36), mengatakan bahwa, merasakan kemacetan ini sudah tidak asing lagi jika di hari libur karena banyak kendaraan besar yang keluar masuk parkir khususnya di tempat oleh oleh Cari Manis 7 (CM7) di wilayah jalur jalancagak,

“Saya sebagai Pengguna Jalan, tidak mengklaim bahwa penyebab kemacetan disebabkan oleh CM7, saya juga mengerti banyak kendaraan yang besar khususnya yang menarik pasir atau batu yang bermuatan lebih dan berjalan dengan kecepatan yang jalanya cukup pelan dan ini juga menjadi penyebab kemacetan,”ujar Yudiana.

Selanjutnya, Yudiana, menyayangkan dengan kondisi jalan yang kurang memungkinkan, dan banyaknya kendaraan-kendaraan yang bermuatan Batu dan Pasir, dengan tonase yang berlebihan, maka dari itu, para pengguna kendaraan di jalur Subang Selatan, menjadi dampak dan kemacetan pun terjadi.

“Saya menyayangkan dengan kendaraan yang bermuatan tonase yang tidak sesuai, maka dari itu, kecepatan pun merayap dan sungguh sangat mengganggu para pengguna jalan yang lainnya,”jelas Yudiana.

Selanjutnya, Yudiana berharap, kepada petugas kepolisian dan dinas perhubungan untuk bisa mengatur ritme kendaraan pengangkut pasir dan batu juga kendaraan yang mengangkut muatan yang berat lainya  dengan berkordinasi dengan pengusaha galian pasir dan batu juga perusahaan yang mengangkut muatan yang lebih, seharusnya ada batasan jarak jangan sampai mobil berbarengan keluar secara berduyun sehingga menggangu pengendara lain dan menyebabkan kemacetan.

“Yang saya harapkan untuk kendaraan-kendaraan besar yang mengangkut Pasir atau Batu dan yang lainnya, bisa memberikan jarak dan tidak beruntuy bersama-sama, sehingga mengganggu, para pengguna jalan lainnya,”ucapnya.

Secara terpisah, Pihak Cari Manis 7, melalui Humas Cari Manis 7, Iman Jaelani(35), menyatakan bahwa, selama ini, Rest Area Cari Manis 7, dianggap pucuk kemacetan di jalur Sebang selatan, tepatnya, diwilayah Jalancagak, dan tentunya, Pihak Carimanis bukan salah satu penyebab kemacetan tersebut.

“Cari Manis (CM7) telah menempuh prosedur yang berlaku hal ini antara lain adalah amdal dan perizinan lalu lintas yang sudah terkoordinasi dengan dinas perhubungan dan dinas pariwisata, citarasa dan oleh-oleh khas parahyangan yang ada di wilayah kabupaten subang selatan,”ujar Iman, saat di temui JP Tim.

Selanjutnya, Iman menyatakan bahwa sebagai bentuk wujud nyata program destinasi wisata kabupaten subang selatan dalam bentuk UMKM, Reat Area dan oleh-oleh khas parahyangan, maka dengan ini Cari Manis (CM7) bukan lah pemicu dari kemacetan yang terjadi di wilayah subang selatan.

” Kami sudah memiliki tempat dan arena yang luas untuk tempat parkir mobil yang mencoba untuk sekedar beristirahat atau mencari oleh-oleh khas subang dan kami juga sudah tersusun rapi sesuai prosedur yang berlaku,”Jelasnya.

Selanjutnya, Iman menjelaskan bahwa, seharusnya masyarakat subang selatan berterima kasih kepada Pihak Cari Manis karna saat ini, Cari Manis, menyiapkan tempat dan layanan yang di inginkan oleh para wisatawan seperti toilet, rest area dan juga oleh-oleh khas parahyangan, dan ada pekerjaan untuk warga sekitar Cari Manis.

“Kami pun membangun sarana untuk beristirahat wisatawan, juga memanjakan para pengunjung yang mencoba mencari oleh-oleh khas parahyangan dan jika ada yang merasa di rugikan oleh kami dari segi mananya?,”jelasnya.

Adapun penyebab kemacetan tersebut diantaranya, infrastruktur jalan yang sudah mulai rusak dan berlubang sehingga laju kendaraan menjadi lambat, banyak nya kendaraan besar yang mengangkut bahan bangunan pasir dan batu sehingga menjadi kemacetan karna laju kendaraan menjadi lambat, dan semakin bertambahnya kendaraan roda empat dan roda dua yang memasuki wilayah Subang Selatan.

“Saya dari pihak Cari Manis (CM7), Kalau memang toh benar penyebab kacetan tersebut, maka kami akan pertanyakan kembali kepada Pemerintahan Kabupaten Subang, Khususnya Dinas Tata Ruang,  untuk mengajukan perluasan arena parkir dan kami sampai saat ini telah mengajukan permohonan terhadap pemerintahan dan perkebunan PTPNVIII untuk bekerja sama usaha sebagai mana program yang di canangkan oleh koperasi PTPN VIII sehingga sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti,”pungkasnya.

Selanjunya, Pengelola dari Cari Manis, mengharapkan, Pemerintahan Kabupaten Subang, agar membantu dan memfasilitasi pengajuan dari Pihak Cari Manis, sehingga, tidak ada atau keluhan warga bahwa Cari Manis penyebab Utama Kemacetan di Wilayah Jalur Subang Selatan. [Cil | JP Tim]

Tinggalkan Komentar