Polri Klaim 237 Polisi Terluka Saat Kerusuhan di Jakarta 22 Mei

by -234 views
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan keterangan mengenai penindakan terduga teroris seusai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/5). Pascabom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, kepolisian dibantu TNI telah melakukan penindakan terhadap 74 terduga teroris di berbagai wilayah di Tanah Air. Sebanyak 14 orang di antaranya meninggal dunia karena melawan saat ditangkap. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/18
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan keterangan mengenai penindakan terduga teroris seusai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/5). Pascabom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, kepolisian dibantu TNI telah melakukan penindakan terhadap 74 terduga teroris di berbagai wilayah di Tanah Air. Sebanyak 14 orang di antaranya meninggal dunia karena melawan saat ditangkap. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/18

JAKARTA – Sebanyak 237 anggota polisi terluka saat mengamankan aksi 22 mei yang diwarnai kerusuhan di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

“Anggota kami pun kena luka 237 sampai hari ini. Sampai sembilan orang di RS Polri ada pecah giginya, ada yang lepas tangannya dari engselnya, ada. Tadi malam saya berkunjung. Dan lainnya 200 lebih masih rawat jalan,” ujar Tito Karnavian.
Tito Karnavian mengatakan, personelnya terluka lantaran mencoba bertahan saat dilempari batu dan bom molotov oleh perusuh.

Ia mengatakan, kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi Polri untuk tak memberi kelonggaran pada pendemo terkait waktu demonstrasi.

Mantan Kapolda Papua ini mengatakan, salah satu pemicu kerusuhan ialah toleransi yang diberikan polisi kepada pendemo terkait batas waktu.

Menurut aturan, batas waktu penyampaian pendapat di muka umum di luar ruangan ialah pukul 18.00 WIB.

Hal itu diatur sedemikian rupa agar tak mengganggu hak masyrakat lain selaku pengguna jalan.

“Nah belajar dari peristiwa kemarin depan Bawalu dan ada korban, berakhir adanya aksi kekerasan yang merugikan bagi pelaku perusuh maupun petugas keamanan, maka saya sudah menyampaikan kepada Kapolda Metro Jaya, kami kembali kepada tegakan aturan,” ujar Tito Karnavian.

“Jadi tidak melakukan diskresi lagi. Jadi kita tidak mengizinkan ada kegiatan mobilisasi massa yang melanggar aturan seperti di Bawaslu. Kami tidak akan izinkan apalagi malam hari. Kami kembali pada aturan bahwa aksi unjuk rasa tidak boleh mengganguu ketertiban publik,” lanjut Tito Karnavian. (Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim)

[ jp | team ]

Sumbner : Tribunjabar.id

Tinggalkan Komentar