,

Bilang Pemilu 2019 Terburuk, Bambang Widjojanto Disebut Rocky Gerung Lalai

by -47 views
41541-rocky-gerung-suaracomali-achmad

Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi Rocky Gerung secara terang-terangan memberi sedikit kritik untuk Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Bambang Widjojanto.

Ia menganggap Bambang Widjojanto agak lalai dalam berbicara. Hal tersebut berkaitan dengan pernyataannya bahwa Pemilu 2019 adalah yang terburuk sepanjang sejarah.

Dalam program Layar Demokrasi yang ditayangkan kanal YouTube CNN Indonesia, Senin (27/5/2019) kemarin, Rocky Gerung mengatakan, dirinya memahami bahwa BPN merasa dicurangi, sehingga awalnya enggan untuk menggugat sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), meskipun keputusan akhirnya berkata lain.
Kemudian, Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal Mallarangeng ikut menanggapi. Namun, ia memilih untuk lebih spesifik berkomentar pada sikap Bambang Widjojanto.

Dirinya menilai, Bambang Widjojanto terkesan asal berbicara tanpa pikir panjang.

“Kesan saya, begitu mendengar dia berbicara, dia berbicara terlalu cepat, sementara pikirannya tertinggal di belakang,” komentar Rizal Mallarangeng.

“Jadi, ada dua hal. Pertama, dia berkata bahwa ini pemilu terburuk sepanjang sejarah pemilu. Maksudnya apa? Memang pemilu dulu waktu zaman orde baru, kalau dibandingkan…” sambungnya, belum selesai.

“Saya enggak ngalami,” timpal Budi Adiputro, sang presenter.

Rizal Mallarangeng kemudian melanjutkan lagi ucapannya. Ia mengatakan bahwa pemikiran Bambang Widjojanto kurang luas.

“Ya saya sama Rocky alamilah. Kita enggak usah berargumen bahwa dia agak sempit berpikir tadi, Bambang Widjojanto. Yang kedua dia bilang soal numerikal,” tutur Rizal Mallarangeng.

Lalu Rocky Gerung langsung menyahut dan mengoreksi istilah untuk cara berpikir Bambang Widjojanto. Ia berpendapat bahwa Bambang Widjojanto sedikit lalai.

“Bukan agak sempit, agak lalailah,” tandas Rocky Gerung.

“Agak lalai berpikir, tapi karena dia kehendak bicara terlalu cepat, jadi kita lihat omongan, tapi tanpa isi,” kata Rizal Mallarangeng lagi.

[ jp | team ]

sumber : suara.com

Tinggalkan Komentar