Sahur bersama Ibunda Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid

by -26 views
Photo by Asep|JP
Photo by Asep|JP

Sahur bersama Ibunda Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid, digelar di Lapangan Tenis GOR Subang minggu kemarin (12/5), sahur bersama istri mendiang Gusdur itu juga dihadiri oleh Sekda Subang Aminudin, serta unsur Forkopimda lainnya, hadir juga berbagai forum dan organisasi keagamaan, tidak hanya yang beragama muslim, namun acara sahur bersama tersebut juga banyak dihadiri oleh non muslim.
Sebagai tuan rumah, Sekda Subang mewakili Bupati, Aminudin, mengungkapkan terimakasih pada Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid, yang telah berkunjung ke Subang, sekaligus apresiaai dan hormatnya baik secara pribadi maupun mewakili Pemda Subang.
“Kami unsur pemerintahan di Kabupaten Subang pertama ingin menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya jika penyambutan dan jamuan kami kurang begitu baik, yang kedua saya ingin menyampaikan terimakasih sekaligus rasa hormat kami pada Ibunda, karena Ibunda kita yang juga merupakan ibu negara ke 4, sudi berkunjung ke kota kecil yang kami cintai ini,” jelas Aminudin pada ucapan selamat datang yang disampaikan, sebelum sahur bersama tersebut berlangsung.
Sementara itu, Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid, mengaku telah menjalankan aktivitas sahur bersama sudah sejak mendampingi Gusdur di istana negara, alias 20 tahun yang lalu. Berbagai daerah seluruh Indonesia sudah dia singgahi sebagai tempat untuk saur bersama dengan orang-orang dari berbagai profesi, daribberbagai kalangan.
“Sudah 20 tahun, saya saur bersama dengan mbo bakul di pasar, tukang becak di belakang terminal, pemulung, warga binaan di lembaga pemasyarakatan, macem-macem, seluruh Indonesia, baru saat menginjak puasa di tahun ke 20, saya kunjungi Subang, kali pertama ini, alhamdulilah,” jelasnya.
Dia menambahkan, jika kegiatan di bulan puasa, yang sudah dia jalani selama 20 tahun tersebut, bukan semata-mata hanya saur bersama saja, lebih dari itu, dia mengaku sangat senang bersilaturahmi, berbagi pengalaman hidup bahkan dengan dengan mereka yang kurang beruntung secara nasib, tidak memandang suku, budaya, dan agama, dengan siapapun.

asp/jp

Tinggalkan Komentar