Masyarakat Desa Banggalamulya Pertanyakan Masalah Penjualan Tanah Bengkok

by -180 views
IMG-20190429-WA0035

SUBANG,- Masyarakat Desa Banggalamulya Kecamatan Kalijati, tuntut Pemdes transparan mengenai penjualan tanah aset desa, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga tahun.

Saat diKonfirmasi JP Tim, salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa kontrak aset tanah desa tersebut dimulai ketika tahun 2015, melalui PT, Graha Silver Silk.

“Ini sejak 2015, tanahnya digali, dijual satu rit per mobil dihargai 75 Ribu, coba berapa tahun? Kalau dikalikan sehari ada 30 rit aja kali 75 ribu, kali 3 tahun misalnya, udah berapa? Tapi mana hasilnya? Tidak jadi apa-apa,”ujar perwakilan warga kepada JP Tim, Senin sore (29/04/2019) lalu.

Dia juga mengaku dirinya mempunyai kelengkapan berkas, bukti-bukti dari kontrak kerja antara Pemdes Banggala Mulya era Kades Euis Sukaesih, dan PT Graha Silver Silk, menurutnya jika masyarakat hari ini menuntut transparansi desa, dalam hal ini wajar saja, pasalnya tanah yang digunakan juga adalah aset desa yang berarti milik masyarakat yang dirugikan secara materi.

“Masyarakat wajarlah kalau nuntut Pemdes terbuka, pertama itu tanah lahan garap masyarakat, semenjak ada kontrak kerja dengan PT, otomatis masyarakat kehilangan ladang, kehilangan penghasilan, sudah penghasilannya dihilangkan, eh oleh Pemdes juga hasil dari kontrak kerjasama itu tidak nampak jadi apa-apa, minimal fasilitas publik yang berguna juga untuk masyarakat lah, kan ini tidak ada,”pungkasnya.

Kedepan sumber berharap, pertanyaan masyarakat dan tuntutan masyarakat terhadap kontrak kerja Pemdes dan PT bisa terbuka, agar masyarakat tidak dirugikan. [JP Tim]

Tinggalkan Komentar