Wow, Ratusan Juta Data Pengguna Facebook Bocor

by -29 views
FB user

Badai besar sepertinya kembali menerjang perusahaan layanan jejaring sosial paling populer dijagat maya, siapa lagi kalau bukan Facebook. Baru-baru ini perusahaan itu kembali ditemukan telah gegabah menyimpan data penggunanya.

Informasi itu tersiar setelah peneliti keamanan UpGuard menemukan adanya ratusan juta informasi dan data milik pengguna layanan jejaring sosial itu ternyata disimpan di server publik. Peneliti menemukan fakta bahwa ternyata data-data pengguna Facebook telah disimpan dan diekspos dari dua perusahaan pihak ketiga.

Salah satu perusahaan yang mengoleksi data itu ialah Cultura Colectiva yang berbasis di Meksiko, sedikitnya terdapat 540 juta data pengguna telah tersimpan, semua data itu termasuk komentar, likes, reaksi, nama akun dan masih banyak lagi yang tersimpan di dalam server Amazon S3, celakanya data-data itu tersimpan tanpa password dan enskripsi sehingga bisa diakses oleh siapa saja.

Selain itu ada juga kumpulan data lain yang ditinggalkan oleh pengembang aplikasi asal California, AS, At The Pool. Data yang mereka tinggalkan bahkan lebih sensitif, seperti daftar teman milik pengguna, interest, foto, keanggotaan grup, dan check-in milik 22.000 pengguna Facebook.

Tidak diketahui berapa lama data tersebut tersedia secara publik. Facebook pun sudah langsung bereaksi dengan mengontak Amazon untuk menghapus data-data tersebut.

“Kebijakan Facebook melarang menyimpan informasi Facebook di database publik,” kata juru bicara Facebook dalam keterangan resminya, seperti yang kami kutip dari detikINET melalui TechCrunch, Kamis (4/4/2019).

“Setelah diberitahu tentang masalah ini, kami bekerja dengan Amazon untuk menarik database ini. Kami berkomitmen untuk bekerja dengan pengembang di platform kami untuk melindungi data pengguna,” sambungnya.

Perusahaan yang bermarkas di Menlo Park, AS ini mengatakan bahwa mereka tidak menemukan bukti yang menyatakan data ini sudah disalahgunakan, tapi mereka terus melakukan investigasi.

Facebook selalu dikritik tentang prakteknya dalam berbagi data pengguna dengan pihak ketiga. Contoh yang paling terkenal adalah ketika perusahaan analisis politik, Cambridge Analytica menyalahgunakan data milik 87 juta pengguna Facebook. Sebelumnya, Cambridge Analytica dituduh menggunakan data tersebut untuk membuat profil pemilih untuk membantu kampanye calon presiden Ted Cruz dan kemudian Donald Trump.

Tinggalkan Komentar