Jadi Pengemis di Medsos, Pria Ini Jadi Jutawan

by -44 views
Foto: twitter.com/jovanmhill
Foto: twitter.com/jovanmhill

Seorang pria bernama Jovan Hill bisa mendapatkan penghasilan $6.500 hingga 7.000 atau jika di Rupiahkan ia menghasilkan Rp. 90 – 98 juta tiap bulannya dari hasil “meminta-minta” di Twitter. Pria yang saat ini berusia 25 tahun itu sebelumnya adalah seorang pengangguran yang drop out dari sekolah.

Apa yang ia lakukan bermula ketika pada bulan September 2018 ia telah memposting streaming video melalui Periscope , saat itu ia mengatakan pada penontonnya bahwa dirinya tengah membutuhkan dana sekitar $7.000 untuk pindah ke Los Angeles.

Dikutip dari Mirror, Selasa (19/02), dalam video yang berdurasi kurang lebih 7 menit itu ia mengatakan “”Saya sangat miskin hari ini. Jadi jika kamu mau menghapuskan pajak, tolong beri sumbangan ke Jovan charity,” ujarnya. Saat itu akun Paypal dan Venmo miliknya mulai kebanjiran dana, beberapa orang ada yang menyumbang $100 dan tak sedikit pula yang memberikan $1 pada nya, namun jika ditola jumlah uang yang masuk ternyata cukup besar.

Aksinya itupun terus berlanjut dan iapun kini semakin terkenal, “Saya terkenal di Twitter! Sudah jelas saya menyediakan layanan bagi para follower dan itulah alasan mereka memberiku uang. Ada beberapa orang yang tak suka dengan kelakuan saya, namun menurut saya itu hanyalah sebuah kecemburuan,” ujarnya.

Hill sendiri mulai menjadi pengemis digital ketika ia pindah ke New York. Ibunya, Veronica Hill, memberinya uang untuk membeli tiket pesawat agar Hill bisa membangun kehidupan baru di kota itu.

“Sekarang saya mempunyai 110 ribu follower yang berasal dari Amerika Serikat sampai Singapura, dan ibu saya tetap mendukungnya,” ujar Hill. Hill pun mengungkap rahasia ‘kesuksesannya’, yaitu selera humornya yang menarik. Ia mengklaim kicauan dan video live streamingnya sangat menghibur.

“Ini adalah komedi online, jadi kenapa saya tidak dibayar untuk hal itu? Bahkan ketika saya masih bekerja di restoran dan offline untuk beberapa waktu, saya dirindukan oleh follower saya,” tambahnya. Hill sendiri sempat kuliah di jurusan ilmu politik di Texas State University, namun ia drop out pada awal 2017, dan kemudian ia pindah ke New York. Saat itu follower Twitternya baru berjumlah 13 ribu.

Kicauannya soal budaya modern pop dan homoseksual sukses menarik lebih banyak follower. Begitu pula dengan sumbangan uang dari para followernya ke akun Patreon miliknya. Patron sendiri adalah sebuah platform berlangganan untuk para kreator konten yang menginginkan sebuah layanan langganan konten.

Hill sendiri kini tak lagi tinggal di New York, melainkan pindah ke Echo Park, Los Angeles. Suatu saat nanti ia berharap ada yang merekrutnya sebagai manager sosial media. “Saya sudah membuktikan kehebatan saya di akun pribadi. Setengah dari followerku adalah komentatorku. Saya pikir ini akan berguna untuk konten viral dan selebriti, dan berharap saya bisa direkrut untuk mengirimkan tweet atas nama orang lain,” tutupnya.

Via DetikInet

Tinggalkan Komentar