Tahun Baru Imlek identik dengan pertunjunkan Barongsai yang menarik perhatian banyak orang.

by -377 views
imlek 2019

Tahun Baru Imlek identik dengan pertunjunkan Barongsai yang menarik perhatian banyak orang.

Barongsai merupakan tarian tradisional Cina dengan menggunakan sarung yang menyerupai singa.

Dibalik menawannya pertunjukan Barongsai yang bisa meliuk-liuk dengan lincah, ternyata banyak fakta di baliknya.
1. Legenda Barongsai
Dalam atraksi barongsa, pemainnya akan mengenakan sarung berbentuk seperti singa dengan warna yang kebanyakannya adalah kuning dan merah.

Diceritakan, sekitar 1.500 tahun lalu di suatu desa, ada monster yang mengganggu ketentraman warga di sana.

Monster itu datang setiap setahun sekali dan melahap apa saja yang ada di hadapannya, tidak terkecuali manusia.
Setelah warga merasa aman, singa penyelamat itu pun pergi.

Ternyata sang monster ingin membalas dendam. Ia pun datang lagi ke desa itu.

Namun, si singa penyelamat tidak datang-datang juga untuk mengusir monster.

Akhirnya, warga membuat kostum berbentuk seperti singa untuk menakut-nakuti monster itu dan mereka berhasil

Nah, dari legenda itulah, orang-orang Tiongkok kemudian membuat kostum barongsai seperti yang kita kenal sekarang dan melestarikannya menjadi sebuah kebudayaan.

2. Lambang Barongsai

Dari legenda itu, orang-orang Tiongkok juga percaya bahwa barongsai bisa mengusir bahaya dan kekuatan gelap.
Sekarang, barongsai selalu ada saat perayaan Imlek sebagai kepercayaan bahwa barongsai bisa mengusir nasib buruk.

Dengan begitu, hanya keberuntungan, kebijaksanaan, dan umur panjang saja yang datang untuk semua orang.

3. Nama Barongsai

Tahukah kamu kenapa pertunjukan ini disebut barongsai?

Nah, ternyata nama barongsai ini merupakan akulturasi kebudayaan Tionghoa dan Indonesia, lo.

Kata barong berasal dari kesenian khas Indonesia, sedangkan kata sai merupakan kata dalam bahasa Hokkian yang artinya singa.

4. Warna Barongsai

Kalau kamu perhatikan, ada lima jenis barongsai yang berbeda warna, yaitu kuning, hitam, hijau, merah, dan putih.

Menurut budaya Tionghoa, lima warna itu melambangkan lima unsur kehidupan.

Warna kuning melambangkan bumi, hitam melambangkan air, hijau melambangkan kayu, merah melambangkan api, dan putih melambangkan logam.
Satu barongsai terdiri dari dua pemain, satu yang menjadi kepala, satu lagi yang menjadi ekor.

[ jp-tim | sumber : tribunjabar ]

Tinggalkan Komentar