Sony Kembangkan Teknologi Pengenalan Wajah Menggunakan Laser

by
Ilustrasi sensor pengenalan wajah dengan sinar laser dari Sony, Foto: PhoneArena
Ilustrasi sensor pengenalan wajah dengan sinar laser dari Sony, Foto: PhoneArena

Teknologi pengenalan wajah bukanlah suatu hal yang baru, bahkan teknologi itu telah tersedia pada sejumlah produk ponsel yang ada di pasaran saat ini. Alih-alih menggunakan sensor kamera, perusahaan Sony Corp. Jepang saat ini tengah mengembangkan teknologi pengenalan wajah dengan menggunakan bantuan sinar laser.

Seperti yang kami rangkum melalui PhoneArena (Kamis, 3/1), Kepala Divisi Sensor Sony,  Satoshi Yoshihara mengatakan bahwa mereka berencana untuk meningkatkan produksi sensor 3D baru untuk kamera depan dan kamera belakang karena beberapa pembuat ponsel berencana untuk menerapkan teknologi baru ini pada produk ponsel mereka.

“Kamera telah merevolusi ponsel dan berdasarkan apa yang saya lihat, saya memiliki harapan yang sama untuk teknologi 3D. Kecepatannya akan bervariasi berdasarkan bidang tapi kami melihat bahwa adopsi 3D akan banyak digunakan. Saya sangat yakin akan hal itu,” ujar Yoshihara.

Meskipun ada beberapa fungsi yang bisa dilakukan oleh sebuah kamera 3D generasi baru, namun yang paling menarik adalah menggunakan teknologi ini untuk fitur pengenalan wajah, dengan teknologi ini proses pengenalan wajah menjadi lebih akurat dan dapat lebih diandalkan daripada pemindaian 3D yang diperkenalkan Apple FaceID.

Seperti kita tahu bahwa teknologi FaceID milik Apple juga banyak ditiru oleh pembuat ponsel lain, contohnya oleh Huawei dan Xiaomi dimana teknologi ini telah menggunakan metode untuk memproyeksikan titik-titik cahaya tak terlihat ke wajah pengguna dan mengukur deformasi pada sebuah kisi-kisi yang dialgoritmakan untuk mengenali wajah penggunanya.

Sementara itu kamera 3D Sony yang baru ini telah menggunakan sinyal laser untuk men-scan wajah pengguna dan mengirim balik hasil scan tersebut untuk selanjutnya dibaca oleh sistem dan dibandingkan dengan wajah pengguna yang telah dimasukkan sebelumnya. teknologi ini sangat mirip dengan cara kelelawar menggunakan sinyal mereka untuk mengenali lingkungan di sekitarnya.

Pihak Sony mengatakan bahwa metode baru ini mampu menciptakan model wajah pengguna yang lebih detail dan dapat bekerja sejauh 5 meter. Sony memang sangat serius dalam mengembangkan teknologi ini. Perusahaan yang berbasis di Jepang ini juga telah membuat halaman web khusus yakni Sony Depthsensing yang berfokus dalam melaporkan hasil pengembangan teknologi tersebut, sehingga nantinya teknologi ini juga bisa diimplementasikan pada perangkat seperti mobil otonom, drone, robot, dan lainnya.

Sementara itu, menurut sumber yang sama juga disebutkan bahwa produksi massal untuk kamera 3D jenis baru ini dijadwalkan untuk bisa dipasarkan pada akhir musim panas 2019 nanti, ada kemungkinan bahwa teknologi ini akan tersedia pada produk smartphone unggulan yang dirilis pada akhir 2019 mendatang.

via PhoneArena

Tinggalkan Komentar