Densus Bekuk 7 Anggota JAD Penembak Polisi di Tol Cipali

by
Personil Densus 88 Antiteror Mabes Polri  mengawal petugas yang membawa barang bukti usai melakukan penggeledahan di kediaman Tuah Febriwansyah   yang diduga terlibat dalam jaringan ISIS di Setu, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (22/3). Densus 88 Mabes Polri   berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa Sembilan Hand Phone, Uang Tunai 8 Juta rupiah serta Uang 5300 US Dollar, Dokument Paspor, serta Laptop. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ed/nz/15
Personil Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengawal petugas yang membawa barang bukti usai melakukan penggeledahan di kediaman Tuah Febriwansyah yang diduga terlibat dalam jaringan ISIS di Setu, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (22/3). Densus 88 Mabes Polri berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa Sembilan Hand Phone, Uang Tunai 8 Juta rupiah serta Uang 5300 US Dollar, Dokument Paspor, serta Laptop. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ed/nz/15

densus88Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap tujuh orang yang diduga terlibat penembakan terhadap dua anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jabar di Tol Cipali, Cirebon beberapa waktu lalu. Namun, dua dari tujuh pelaku terpaksa ditembak mati di Tegal, Jawa Tengah.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pelaku yang ditangkap dalam kondisi hidup adalah S, G, C, KA dan MU. Sedangkan dua terduga pelaku yang tewas adalah Rajendra Sulistiyanto dan Ica Ardeboran.

“Dua pelaku yang tewas melawan saat dilakukan penangkapan. Keduanya berusaha menyerang dengan senjata jenis revolver hasil rampasan dari anggota Polri,” ujar Setyo di Mabes Polri, Senin (3/9).

Dia menambahkan, penangkapan itu merupakan hasil pengembangan atas tangkapan polisi sebelumnya. Densus menangkap S kemarin (2/9).

Selanjutnya polisi mengembangkan pengakuan S. Ternyata, S tak hanya terlibat penyerangan PJR, tetapi juga ikut meneror Polres Bulukumba dan Polres Cirebon.

“Untk pelaku penyerangan anggota PJR adalah S, RS dan I. Pelaksanaan aksi dibantu oleh tersangka lain yaitu G, C KA, dan MU,” imbuh dia.

Setyo menambahkan, seluruh pelaku adalah anggota dari Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Untuk motif penyerangannya, polisi menduga para pelaku dendam karena salah satu anggotanya ditangkap.

“Kepada mereka yang tertangkap akan ditersangkakan menggunakan Pasal 15 juncto Pasal 6 UU Nomor 5 tahun 2018 tentang Terorisme,” ucap Setyo. [dari beberapa sumber]

Tinggalkan Komentar