Ali Warsa Tokoh Pemuka Adat : Sejarah Patenggeng Belum Terbuka Seluruhnya

by
37276693_130745534500367_3922366200033574912_n

SITUS SEJARAH 006Patenggeng atau Patenggang berasal dari kerajaan Pajajaran kuno. Dengan rajanya yang ditugaskan yaitu Prabu Mundinglaya dan patihnya Kalangsungging. Observasi yang sudah dilakukan belum bisa membuktikan Patenggeng itu bukti sejarah yang pernah terjadi pada jaman atau abad apa?” Ali Warsa, Kepala Desa Sekaligus Ketua Umum Lembaga Adat Patenggeng.

Menurut buku sejarah Subang, benda sejarah yang ditemukan di situs Patenggeng seperti  Batu andesit, alat bantu serpih, kerak besi, fragmen bata dan gerabah keramik China. Gerabah keramik China itu banyak sekali yang harganya mahal. Keramik keramik tersebut tidak biasa dimiliki rakyat banyak. Gerabah kebanggaan para penguasa. Badan arkeologi Bandung menyimpulkan di situs Patenggeng pernah ada peradaban bahkan terdapat pelabuhan besar. Namun pusat kerajaannya tidak dipastikan apakah berada di tempat itu atau di tempat lainnya.

Ali Warsa, ketika dikonfirmasi tentang Situs Patenggeng yang ada fdi wilayahnya, Desa Margasari – Dawuan Subang mengatakan bahwa upaya observasi dan penelitian yang telah dilakukan Badan Arkeologi Bandung bahkan Nasional, sampai saat ini belum bisa menyimpulkan tentang benda-benda sejarah yang ditemukan itu dari mana identitas asal dan dekade sejarahnya.

“Benda sejarah berupa pecahan piring dan sebagainya itu belum bisa ditentukan  dari masa mana benda-benda itu berasal. Karena belum ada benda yang menunjukan identitas itu. Jadi Budpar belum ada jawaban untuk membuka situs ini karena mereka ada buku panduan tentang penentuan untuk suatu Situs.  Budpar harus obyektif menentukan dulu dari abad mana situs Patenggeng ini berasal” terang Ali Warsa pada Jabar Publisher ketika ditemui di Kantor Desa Margasari.

“Penggalian yang sudah dilakukan dari tahun 1978 sampai yang terakhir pada tahun 2014 itu sudah terjadi tiga kali. Dan itu hasilnya sudah dibawa ke Arkeologi Bandung, ke Jakarta dan yang terakhir dikonversi ke Australia untuk dikaji lebih lanjut. Jadi, situs Patenggeng ini bukti sejarahnya sudah mendunia. Dan itu membuat kita semakin bingung, karena sejarah Patenggeng itu sudah mendunia. Yang jelas, Disbudpar Subang belum bisa menentukan ini  jaman sejarah siapa atau masa apa? Karena belum ada benda sejarahnya yang bisa menunjukkan identitas itu!” jelas Ali Warsa.

Untuk upaya pemerintah setempat, Ali Warsa juga telah melakukan berbagai upaya daan mencanangkan program untuk pengembangan situs itu ke depannya. Upaya untuk terus berkoordinasi dengan Dinas Budaya dan Pariwisatapun terus dilakukan.

“Kami selaku pemerintah setempat yang merasa mempunyai tanggung jawab untuk pengembangan situs ini sudah memprogramkan untuk upaya perbaikan jalan menuju ke sana. Yang dicanangkan dari dana wilayah. Rencana untuk membangun dan mengembangkan situs itu sudah kami programkan. Kami akan membuat sebuah pendopo adat untuk pertemuan para pemuka dan tokoh. Bahkan program pemugaran dan perbaikan situs agar menjadi wisata lokal sudah kami canangkan. Dan itu pembangunannya akan berlangsung tanpa tersendat terlepas dari terpilihnya kembali atau tidaknya saya menjadi Kepada Desa. Karena saya kan Ketua Lembaga Adat” jelas Ali Warsa Pada Jabar Publisher.

Meskipun beberapa program untuk pengembangan situs Patenggeng sudah dicanangkan oleh pemerintah setempat, Ali Warsa tak menutup kemungkinan untuk terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa bertanggungjawab dan semua pihak yang erkompeten untuk mempercepat proses atau tahap pembukaan situs Patenggeng agar dilakukan pemugaran dan pengembangan sebagai situs cagar budaya dan jadi tempat wisata lokal yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di desanya. Meskipun ia yakin, jika sudah waktunya, Situs Patenggeng itu akan berdiri sebagai situs sejarah dan cagar budaya yang dikembangkan dengan semestinya.

“Sejarah itu akan terbuka, menentukan dan membuktikan dengan sendirinya. Jika sudah sampai pada waktunya” begitu Ali Warsa di akhir pembicaraannya dengan Jabar Publisher. (Ratna Ning- Jabar Publisher)

Tinggalkan Komentar