Polres Rembang Temukan Mesin Cetak Uang Palsu Di Bunker Sebuah Rumah

by -332 views
1511_Polisi-Rembang-temukan-mesin-cetak-uang-palsu-di-bunker-sebuh-rumah

Polisi Rembang temukan mesin cetak uang palsu di bunker sebuh rumah1Petugas Polres Rembang menemukan seperangkat mesin cetak dan lembaran kertas uang palsu yang belum dipotongi di lantai bawah tanah dalam sebuah rumah yang dieksekusi.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto didampingi Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka saat gelar perkara memaparkan, kejadian bermula ketika tim eksekusi PN Rembang, Polsek Sluke dan Gabungan Polres Rembang melakukan eksekusi dan pengosongan rumah beserta isinya milik Tasripah dan Sumani.

Barang-barang milik dua tergugat itu dibawa ke rumah Warsidi di desa Jurang Jero kecamatan Sluke kabupaten Rembang yang sudah disiapkan oleh penggugat.

Saat proses pengosongan isi rumah, petugas menemukan hal yang aneh di lantai yang diberi tutup. Saat dicek, ternyata penutup tersebut merupakan pintu ruang bawah tanah semacam bunker.

Setelah turun menuju ruangan tersebut, petugas dikagetkan dengan adanya barang-barang yang ada di dalamnya.

Ada uang palsu yang masih terpampang lembaran kertas yang belum dipotong, jumlahnya cukup banyak.

“Yang jelas posisi kertas uang palsu tersebut menumpuk,” ujar Kapolres Rembang, Rabu (31/5/2017) dikutip dari utamanews.com.

Setiap kertas, tercetak antara 6 sampai 12 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Di dalam bunker juga berjajar tali dan cepitan seperti jemuran pakaian yang kemungkinan untuk mengeringkan uang palsu.

Memergoki temuan tersebut, Polres Rembang yang berada di lokasi segera mengamankan tersangka Sumani. Sejumlah barang bukti juga diamankan antara lain seperangkat alat cetak yang terdiri dari 3 unit mesin yang berbeda, kertas beberapa rim sebagai bahan mencetak uang palsu, dua lembar uang kertas palsu, hasil cetakan yang belum dipotong, 3 buah tinta terdiri warna merah, kuning dan biru.

Sumani diamankan, disangkakan telah melakukan proses produksi, menjual, membeli, mengimpor, mengekspor, menyimpan dan atau mendistribusikan mesin, peralatan, alat cetak atau alat lain yang digunakan atau dimaksud untuk membuat rupiah palsu.

Dan terhadap tersangka dikenakan pasal 37 ayat (1) dan ayat (2) jo pasal 27 ayat (1) dan ayat (2) UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dan atau pasal 250 KUH Pidana. [utamanews.com]

 

Tinggalkan Komentar