Politisi Golkar Aburizal Bakrie MenkumHam Yasonna Laoly & Politisi PKS Tamsil Linrung Dipanggil KPK Politisi Golkar Aburizal Bakrie MenkumHam Yasonna Laoly & Politisi PKS Tamsil Linrung Dipanggil KPK
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil politisi Partai Golkar Aburizal Bakrie, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, politisi Partai Keadilan Sejahtera Tamsil Linrung untuk menjadi... Politisi Golkar Aburizal Bakrie MenkumHam Yasonna Laoly & Politisi PKS Tamsil Linrung Dipanggil KPK

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil politisi Partai Golkar Aburizal Bakrie, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, politisi Partai Keadilan Sejahtera Tamsil Linrung untuk menjadi saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP-elektronik/KTP-e).serta dua saksi lainnya yaitu mantan Sekjen Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni, dan satu saksi lainnya bernama Mulyadi.

“Hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus KTP-e dengan tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung, yaitu Aburizal Bakrie, Yasonna Laoly, Tamsil Linrung, Diah Anggraeni, dan Mulyadi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansah di Jakarta, Senin (2/7/2018).

Dalam penyidikan dengan tersangka Irvanto dan Made Oka, KPK sedang mendalami terkait proses pembahasan anggaran atau aliran dana proyek KTP-e.

Irvanto yang merupakan keponakan mantan ketua DPR Setya Novanto telah ditetapkan bersama Made Oka, pengusaha sekaligus rekan Novanto sebagai tersangka korupsi KTP-e pada 28 Februari 2018 lalu.

Irvanto diduga sejak awal mengikuti proses pengadaan KTP-e dengan perusahaannya, yaitu PT Murakabi Sejahtera dan ikut beberapa kali pertemuan di Ruko Fatmawati bersama tim penyedia barang proyek KTP-e, dan juga diduga telah mengetahui ada permintaan “fee” sebesar lima persen untuk mempermudah proses pengurusan anggaran KTP-e.

Irvanto diduga menerima total 3,4 juta dolar AS para periode 19 Januari-19 Februari 2012 yang diperuntukkan bagi Novanto secara berlapis dan melewati sejumlah negara.

Sedangkan Made Oka adalah pemilih PT Delta Energy, perusahaan SVP dalam bidang “investment company” di Singapura yang diduga menjadi perusahaan penampung dana.

Made Oka melalui kedua perusahaannya diduga menerima total 3,8 juta dolar AS sebagai peruntukan kepada Novanto yang terdiri atas 1,8 juta dolar AS melalui perusahaan OEM Investment Pte Ltd dari Biomorf Mauritius dan melalui rekening PT Delta Energy sebesar 2 juta dolar AS.

Made Oka diduga menjadi perantara uang suap untuk anggota DPR sebesar lima persen dari proyek KTP-e.

Keduanya disangkakan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[JP Team|berbagai sumber]

Media jabarpublisher.co menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : jabarpublisher@gmail.com, atau via wa/SMS : 0813.1230.9133

jabarpubllisher

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: